Metro – Mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 59 melaksanakan kegiatan sosialisasi kesehatan dan demonstrasi puding daun salam bagi peserta Prolanis UPTD Puskesmas Mulyojati. Mahasiswa melaksanakan kegiatan ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan peserta mengenai pentingnya menjaga tekanan darah dan menerapkan pola hidup sehat. Mahasiswa juga memperkenalkan daun salam sebagai salah satu bahan pangan lokal yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Mahasiswa mengawali rangkaian kegiatan dengan memberikan sosialisasi kesehatan kepada peserta Prolanis. Mahasiswa menyampaikan materi mengenai pentingnya menjaga tekanan darah, menerapkan pola makan sehat, melakukan aktivitas fisik, menjaga waktu istirahat, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Mahasiswa juga menjelaskan pemanfaatan daun salam (Syzygium polyanthum) sebagai bumbu masakan dan sebagai bahan yang dapat diolah menjadi makanan, salah satunya puding daun salam.


Setelah memberikan sosialisasi, mahasiswa melakukan pemeriksaan tekanan darah sebagai pretest. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengetahui kondisi tekanan darah peserta sebelum mengikuti pemberian puding daun salam. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa peserta A memiliki tekanan darah 143/105 mmHg, peserta B 148/94 mmHg, peserta C 144/88 mmHg, dan peserta D 156/90 mmHg.
Kemudian kegiatan mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 59 juga melaksanakan kegiatan penanaman bibit daun salam dengan tema “Menanam Hari Ini, Menuai Manfaat di Masa Depan.” Mahasiswa melaksanakan kegiatan tersebut untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan mendorong masyarakat untuk gemar menanam. Mahasiswa juga mengenalkan manfaat tanaman daun salam kepada masyarakat, baik sebagai bumbu masakan maupun sebagai tanaman yang dapat memberikan keteduhan dan membantu menjaga kualitas udara di lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan penanaman tersebut, mahasiswa mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lingkungan sekitar secara lebih produktif. Masyarakat dapat menanam dan merawat daun salam agar tanaman tersebut dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. Kegiatan ini juga memberikan informasi kepada masyarakat bahwa daun salam tidak hanya memiliki manfaat sebagai bahan masakan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan dalam berbagai olahan.
Setelah kegiatan penanaman, mahasiswa melaksanakan demonstrasi pembuatan puding daun salam. Mahasiswa menunjukkan secara langsung tahapan pengolahan daun salam menjadi puding yang dapat dikonsumsi oleh peserta. Mahasiswa memperkenalkan puding daun salam sebagai salah satu alternatif makanan pendukung dalam penerapan pola hidup sehat.
Mahasiswa memberikan puding daun salam sebanyak 1 cup atau 70 ml, dua kali sehari, yaitu pada pagi dan malam hari setelah makan. Peserta mengonsumsi puding pada pagi hari setelah makan, sedangkan pada malam hari peserta mengonsumsi puding setelah memberikan jeda sekitar 2–3 jam setelah mengonsumsi obat. Mahasiswa menerapkan pengaturan waktu tersebut sebagai langkah kehati-hatian agar peserta tidak mengonsumsi puding secara bersamaan dengan obat-obatan.
Mahasiswa memberikan puding daun salam bukan sebagai pengganti obat yang telah diberikan oleh tenaga kesehatan. Peserta Prolanis UPTD Puskesmas Mulyojati tetap mengonsumsi obat antihipertensi, seperti amlodipine, sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan. Mahasiswa memberikan puding daun salam sebagai alternatif makanan pendukung yang dapat dikonsumsi bersama penerapan pola hidup sehat.
Setelah peserta mengonsumsi puding daun salam, mahasiswa melakukan pemeriksaan tekanan darah kembali sebagai posttest. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa peserta A memiliki tekanan darah 110/80 mmHg, peserta B 110/70 mmHg, peserta C 130/80 mmHg, dan peserta D 140/80 mmHg.
Hasil tersebut menunjukkan adanya perubahan pada hasil pemeriksaan tekanan darah setelah peserta mengikuti rangkaian kegiatan. Namun, kegiatan ini tidak menyimpulkan bahwa penurunan tekanan darah hanya disebabkan oleh konsumsi puding daun salam. Peserta tetap mengonsumsi obat antihipertensi dan menjalankan anjuran tenaga kesehatan. Oleh karena itu, mahasiswa menempatkan puding daun salam sebagai alternatif makanan pendukung, bukan sebagai pengganti pengobatan medis.
Ambar Windy Sugandi selaku Ketua Pelaksana KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 59 menyampaikan bahwa mahasiswa melaksanakan kegiatan tersebut sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi kesehatan dan pemanfaatan bahan pangan lokal.
“Kami berharap melalui kegiatan sosialisasi kesehatan dan demonstrasi puding daun salam ini, masyarakat khususnya peserta Prolanis dapat semakin memahami pentingnya menjaga tekanan darah. Selain itu, kami ingin mengenalkan bahwa bahan pangan yang sederhana seperti daun salam dapat diolah menjadi makanan yang menarik dan dapat menjadi bagian dari pola makan sehat,” ujarnya.
Peserta Prolanis UPTD Puskesmas Mulyojati memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa. Peserta mendapatkan pengetahuan mengenai cara menjaga tekanan darah dan cara mengolah daun salam menjadi makanan yang lebih menarik.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami mendapatkan pengetahuan mengenai cara menjaga tekanan darah sekaligus mengetahui cara mengolah daun salam menjadi puding. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan karena memberikan informasi yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap salah satu peserta.
Salah satu peserta Prolanis juga menyampaikan hasil pemeriksaan yang diperolehnya setelah mengikuti rangkaian kegiatan. “Tekanan darah saya tadinya tinggi, tadi 140 sekarang menjadi 130/80. Gula darah jadi 115 dari 130, sekarang 115,” ujar peserta Prolanis.
Peserta Prolanis lainnya juga menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang diberikan oleh mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati.
“Selamat pagi. Kami adalah anggota Prolanis dari Puskesmas Mulyojati. Selama ini kami diberikan puding daun salam dari mahasiswa KKL Universitas Malahayati Bandar Lampung. Selama ini tensi kami selalu tinggi-tinggi, 140/90, 150/90. Setelah mengonsumsi puding daun salam, ternyata memberikan manfaat, sehingga sekarang menjadi 130/80. Terima kasih banyak atas edukasinya dan atas pemberiannya dari Universitas Malahayati,” ungkap peserta Prolanis.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 59 berharap peserta Prolanis dapat meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan dan lingkungan. Mahasiswa berharap masyarakat dapat menerapkan pola makan bergizi seimbang, melakukan aktivitas fisik secara rutin, menjaga waktu istirahat, mengonsumsi obat sesuai anjuran tenaga kesehatan, serta melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala.
Mahasiswa juga berharap kegiatan penanaman bibit daun salam dapat mendorong masyarakat untuk menjaga lingkungan dan memanfaatkan tanaman yang tersedia di sekitar tempat tinggal. Masyarakat dapat memanfaatkan daun salam sebagai bumbu masakan maupun sebagai bahan pangan yang dapat diolah menjadi makanan seperti puding.(Annisa Vica Aulia)
Mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 59 yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas 19 mahasiswa, yaitu Alif Ibrahim, Ambar Windy Sugandi, Andrean Bangsawan Syaputra, Annisa Vica Aulia, Anthyka Melati Valentina Anggun, Aryadi Alamsyah, Atika Apriyanti, Bellia Nilam Cahya, Diorama Bayu Firmansyah, Fahri Putra Aprilian, Fibriliani Wulan, Intan Ayu Lestari, M. Ilham Alfarid, Najwa Dwi Putri, Nayla Khoirunazili Sasmita, Nefi Zelyani, Ratna Darmayanti, Vindri Liani Saputri, dan Widia Wiguna Putri.
