Mulyosari – Mengusung tema “Pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai Solusi Pembayaran Digital bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran para pelaku usaha lokal mengenai pentingnya mengadopsi sistem transaksi nontunai guna mempermudah proses pembayaran, mencatat transaksi secara akurat, serta memperluas jangkauan pasar di era digital.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi mengenai konsep dasar QRIS, keuntungan penggunaan transaksi digital bagi pelaku usaha, keamanan bertransaksi secara elektronik, serta cara pemisahan alur kas bisnis dan pribadi melalui rekening usaha yang terhubung dengan QRIS. Mahasiswa juga menjelaskan bagaimana transparansi transaksi dapat membantu UMKM dalam membangun rekam jejak keuangan yang rapi untuk mempermudah akses pembiayaan.

Selain penyampaian materi, mahasiswa mengadakan pendampingan langsung pendaftaran akun QRIS bagi para pelaku UMKM, mulai dari penyiapan dokumen persyaratan seperti KTP dan NIB, hingga simulasi penerimaan pembayaran menggunakan kode QR. Para peserta diajak mempraktikkan langsung proses transaksi digital agar merasa percaya diri dan terbiasa menggunakannya dalam operasional harian. Kegiatan juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab serta diskusi mengenai kendala teknis yang kerap dihadapi masyarakat.
Bram Figo Van Ginting selaku Ketua Pelaksana Acara menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam mendorong percepatan inklusi keuangan dan modernisasi UMKM di tingkat desa.
“Kami berharap melalui sosialisasi dan pendampingan efisiensi pembayaran digital ini, para pelaku UMKM di Desa Mulyosari dapat lebih siap bertransformasi ke era nontunai. Penggunaan QRIS tidak hanya mempermudah pembeli, tetapi juga membantu pemilik usaha mengelola catatan penjualan secara otomatis, efisien, dan aman dari risiko uang palsu,” ujarnya.
Mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 64 yang melaksanakan kegiatan ini terdiri atas 20 mahasiswa, yaitu: Shandy Billy, Muhammad Rizki, Sendi Monica, Ryefaldi, Bram Figo Van Ginting, Laili May Hanifah, Jefyra Adelya Geralda, Faqih Ali Akbar, Windi Ardiko, Mita Julpiana, Devi Diah Puspita, Eliyanti, Nisa Anggun Selfina, Desti Amelia, Hapsari Ramadani, Septa Putri Yanti, Anggun Tri Kartika, Auliya Safitri, Yeni Dwi Puspa, dan Imran Yudhistira.
Sementara itu, salah satu pelaku UMKM peserta kegiatan mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi digitalisasi sistem pembayaran yang dilakukan oleh mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 64. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pemahaman teknis yang sangat dibutuhkan oleh para pengusaha lokal yang ingin beralih ke sistem pembayaran modern.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 64 atas pendampingan yang diberikan. Edukasi mengenai QRIS ini sangat membantu kami yang sebelumnya ragu atau bingung cara mendaftar dan menggunakannya. Sekarang kami bisa melayani pembeli nontunai dengan lebih praktis dan aman,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 64 berharap ekosistem ekonomi digital di Desa Mulyosari dapat tumbuh lebih pesat. Penerapan QRIS diharapkan mampu memperkuat daya saing UMKM lokal serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi digital masyarakat secara berkelanjutan.(Laili May Hanifah)
