Tejo Agung – Edukasi pencegahan pelecehan seksual sejak dini sangat penting untuk melindungi anak-anak di lingkungan Sekolah Dasar (SD). Berikut adalah panduan komprehensif yang dirancang khusus dengan bahasa yang ramah anak dan mudah dipahami.
Dalam era digital yang semakin canggih, komunikasi dapat dilakukan secara bebas tanpa batasan waktu dan tempat. Sayangnya karena kebebasan tersebut masyarakat mulai melupakan dan mengabaikan norma dan kesopanan ketika berselancar di platform media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, YouTube, TikTok dan lainnya. Mahasiswa KKL-PPM Malahayati Kelompok 94 menyadari betapa pentingnya mempersiapkan generasi muda dengan pemahaman tentang penggunaan media sosial yang sehat dan bertanggung jawab dan pemahaman akan pelecehan seksual secara verbal. Mereka mengakui bahwa anak-anak adalah agen perubahan penting untuk masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu, SDN 10 Tejo Agung Kecamatan Metro Timur dipilih sebagai titik awal untuk menyebarkan nilai-nilai positif ini.


Etika adalah aturan dan ajaran yg dijadikan pegangan orang atau sekelompok orang atau cara masyarakat memperlakukan sesama dan menjalani hidup dan kehidupan dengan baik, sesuai aturan yang berlaku di masyarakat dan Pelecehan seksual verbal adalah tindakan yang merujuk secara seksual, di mana pelaku utama mengeluarkan kalimat yang membuat korbannya risih dan tertekan. Tindakan ini menggunakan lisan maupun gerakan tubuh tanpa melibatkan sentuhan fisik. Pelecehan seksual secara verbal adalah masalah yang mengkhawatirkan, bahkan di kalangan anak-anak. Mahasiswa KKL-PPM Malahayati Kelompok 94 ingin memberikan dukungan kepada anak-anak SDN 10 Tejo Agung untuk merasa aman dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi dalam menghadapi situasi yang tidak pantas.
Melalui serangkaian kegiatan seperti ceramah interaktif, permainan pendidikan, dan tanya jawab, mahasiswa KKL-PPM Malahayati Kelompok 94 Rizki Amelia biasa dipanggil kiki didampingi kepala sekolah SDN 10 Tejo Agung Bidroatul Hasanah, S.Pd.SD menyampaikan pesan tentang “Bagaimana memanfaatkan media sosial untuk tujuan yang baik dan membangun interaksi online yang positif serta berharap agar seluruh warga sekolah dapat menyadari bentuk pelecehan seksual verbal, agar terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman. Mahasiswa KKL-PPM Malahayati Kelompok 94 juga menekankan pentingnya verifikasi informasi sebelum membagikannya dan memberikan contoh nyata tentang konsekuensi dari tindakan yang ceroboh di dunia maya.ujar kiki.
Dengan pendekatan yang ramah anak dan interaktif, tim mahasiswa KKL-PPM Malahayati Kelompok 94 mengajak para siswa-siswi untuk berpartisipasi dalam permainan peran dan diskusi mengenai situasi yang mungkin mereka hadapi. Mereka memberikan panduan tentang cara mengidentifikasi perilaku pelecehan verbal, serta bagaimana cara melaporkannya kepada orang dewasa yang mereka percayai.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi para siswa yang berada di SDN 10 Tejo Agung akan pentingnya kesadaran dalam etika bermedia sosial dan berbagai bentuk pelecehan seksual, salah satunya yaitu pelecehan seksual verbal. Dengan mengenal salah satu bentuk pelecehan seksual diharapkan setiap siswa bisa menghindari serta dapat menghadapi hal tersebut jika terjadi di sekitar lingkungan mereka.
Melihat permasalahan di atas, Dion Saputra yang merupakan salah satu anggota yang melakukan KKL-PPM Malahayati Kelompok 94, kelurahan Tejo Agung Kecamatan Metro Timur, Kota Netro, memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai “Etika Bermedia Sosial dan Pelecehan Seksual Secara Verbal” Sosialisasi serta edukasi yang diberikan berupa apa saja bentuk atau jenis dari tiap-tiap sifat dari pelecehan seksual tersebut, baik non-verbal maupun verbal, dan bagaimana sikap seseorang jika melihat terjadinya suatu tindakan pelecehan seksual di dekatnya. Mahasiswa KKL-PPM Malahayati Kelompok 94 melaksanakan sosialiasi mengenai etika dalam menggunakan media sosial dan pelecehan seksual secara verbal. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN 10 kelurahan Tejo Agung. Kegiatan sosialisasi dilakukan agar anak-anak dapat memahami bagaimana menggunakan media sosial yang baik dan bijak sejak dini dan mengetahui bagaimana bentuk-bentuk dari pelecehan seksual secara verbal dan bagaimana cara menghadapinya. Sehingga dapat menyaring informasi-informasi yang beredar di media sosial, tidak mudah terprovokasi dan termakan beri-berita yang tidak akurat (hoax) serta.
Dion Saputra dan Rizki Amelia menambakan beberapa Pelecehan seksual sering terjadi tanpa disadari oleh anak-anak:
- Pelecehan Verbal: Ucapan ejekan bernada sensual.
- Pelecehan Verbal: Komentar negatif tentang bentuk tubuh (body shaming).
- Pelecehan Verbal: Pertanyaan pribadi yang membuat tidak nyaman.
- Pelecehan Verbal: Gurauan atau lelucon kotor/jorok.
- Pelecehan Non-Verbal: Sentuhan di area pribadi.
- Pelecehan Non-Verbal: Tatapan mata yang tidak senonoh/memelototi.
- Pelecehan Non-Verbal: Menunjukkan gambar atau video dewasa.
- Pelecehan Non-Verbal: Isyarat tubuh yang mengarah pada seksualitas.
KKL-PPM Malahayati Kelompok 94 Tejo Agung
- Aprilia
- Al zetta,
- Amilatun,
- Albayati
- Ahmad Rohim,
- Alina pramesta,
- Dion Saputra.
- Ebenezer Regita,
- Fitri Amelia,
- Galih Pambudi
- Heni Agustina
- Isma Aina,
- Lala Agustina,
- Rizki Amelia
- Rahma Indriyani
- Rifqi sya’idul,
- Ramanda raka
- Sintia sari,
- Salsabila mutiara,
- Yulinda madha,
