
Jusi news Lampung Batu meteor yang jatuh di Dusun 5 Astomulyo, Desa Mulyodadi, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah, sangat penting nilainya bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Adanya batu meteor yang kebetulan jatuh di Lampung Tengah ini dianggap bisa memajukan ilmu pengetahuan.
Batu meteor itu bisa dijadikan bahan penelitian bagi ilmuwan.
Sebab itu, Peneliti bidang studi Sains Atmosfer dan Keplanetan Institut Teknologi Sumatera (Itera), Robiatul Muztaba mengimbau warga agar batu meteor yang jatuh diserahkan ke lembaga terkait guna penelitian.
“Batu meteor itu sekarang masih di tangan masyarakat yang bersikeras menyimpannya, namun kami berterima kasih karena mereka sudah berbaik hati memberi kita sedikit sampel untuk diteliti,” kata Dosen Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan (SAK) Itera, Robiatul Muztaba, di Bandar Lampung, Minggu (02/02/2021).
Menanggapi hal itu, Kepala Dusun 5 Astomulyo, Edi Kurniawan mengaku belum ada pihak yang meminta batu tersebut dari warga.
Jika ada yang meminta batu meteor itu, Edi menduga warga memang tidak akan memberikannya.
Menurut Edi, dirinya sebagai Kepala Dusun tidak bisa mengambil keputusan karena itu adalah hak warga.
“Ya kalau ada yang minta, saya harus berada di tengah-tengah. Kami akan gelar musyawarah dulu,” ujar Edi.
Ditaruh di Museum Lampung
Peneliti bidang studi Sains Atmosfer dan Keplanetan Institut Teknologi Sumatera (Itera), Robiatul Muztaba mengatakan, batu meteor tersebut dapat ditaruh di museum atau lembaga penelitian seperti perguruan tinggi atau Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang bisa diperuntukkan kemajuan pendidikan ilmu pengetahuan.
“Kenapa batu meteor itu penting ditaruh di lembaga terkait karena bisa untuk kemajuan pendidikan dan ilmu pengetahuan ke depannya,” kata dia.
Sebab, selama ini yang dipelajari hanya batu-batu yang berasal dari bumi saja, sehingga dengan adanya batu meteor yang kebenaran jatuh di Lampung, memberi kesempatan bagi peneliti di Indonesia guna mengembangkan ilmu pengetahuannya.