KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 64 Melaksanakan Kegiatan Pemanfaatan dan Pemasangan Ecoboard di Pasar Senja Mulyosari

KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 64 Melaksanakan Kegiatan Pemanfaatan dan Pemasangan Ecoboard di Pasar Senja Mulyosari

Mulyosari – Mengusung tema *“Pemanfaatan Ecoboard sebagai Solusi Kreatif dalam Pengelolaan Limbah dan Peningkatan Nilai Ekonomi Masyarakat”, mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 64 melaksanakan kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan *Ecoboard di Desa Mulyosari. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah, khususnya limbah rumah tangga yang sulit terurai, sekaligus mendorong masyarakat untuk mengubah limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi mengenai konsep dasar Ecoboard, yaitu pemanfaatan limbah atau bahan bekas yang diolah dan dikemas menjadi material alternatif yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilah sampah berdasarkan jenisnya serta memanfaatkan kembali bahan-bahan yang masih memiliki potensi untuk digunakan.

Mahasiswa juga menjelaskan bahwa pengelolaan limbah tidak hanya berkaitan dengan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi dapat menjadi peluang untuk menciptakan produk kreatif. Melalui pemanfaatan Ecoboard, berbagai bahan bekas dapat diolah menjadi papan atau material yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar kerajinan, dekorasi, media edukasi, maupun produk kreatif lainnya.

Selain penyampaian materi, mahasiswa KKL-PPM Kelompok 64 memberikan pendampingan secara langsung kepada masyarakat dalam proses pembuatan Ecoboard. Kegiatan dimulai dari pengumpulan dan pemilahan bahan, proses persiapan material, hingga tahap penyusunan dan pengolahan menjadi bentuk Ecoboard. Peserta diberikan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung sehingga dapat memahami tahapan pembuatan serta mengetahui potensi pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan tersebut juga dilengkapi dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam pengelolaan sampah serta berdiskusi mengenai peluang pengembangan produk berbasis limbah. Mahasiswa turut memberikan motivasi agar masyarakat dapat menerapkan kebiasaan memilah dan memanfaatkan sampah secara berkelanjutan.

Ryefaldi, Windi Ardiko dan Muhammad Rizki selaku Pelaksana KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 64 menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mendorong kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan limbah.

“Kami berharap melalui kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan Ecoboard ini, masyarakat Desa Mulyosari dapat lebih memahami pentingnya pengelolaan sampah dan melihat bahwa limbah yang selama ini dianggap tidak berguna masih dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai. Selain membantu mengurangi permasalahan sampah, kegiatan ini juga diharapkan dapat membuka peluang kreativitas dan ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 64 yang melaksanakan kegiatan ini terdiri atas 20 mahasiswa, yaitu: Shandy Billy, Muhammad Rizki, Sendi Monica, Ryefaldi, Bram Figo Van Ginting, Laili May Hanifah, Jefyra Adelya Geralda, Faqih Ali Akbar, Windi Ardiko, Mita Julpiana, Devi Diah Puspita, Eliyanti, Nisa Anggun Selfina, Desti Amelia, Hapsari Ramadani, Septa Putri Yanti, Anggun Tri Kartika, Auliya Safitri, Yeni Dwi Puspa, dan Imran Yudhistira.

Sementara itu, salah satu masyarakat peserta kegiatan mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi dan praktik Ecoboard yang dilakukan oleh mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 64. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru mengenai cara memanfaatkan bahan bekas yang sebelumnya dianggap sebagai sampah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 64 karena sudah memberikan pengetahuan dan contoh langsung mengenai pemanfaatan limbah. Kegiatan ini membuat kami lebih memahami bahwa sampah tertentu masih dapat digunakan kembali dan diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 64 berharap kesadaran masyarakat Desa Mulyosari terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan dapat semakin meningkat. Pemanfaatan Ecoboard diharapkan menjadi salah satu langkah sederhana dalam mengurangi limbah sekaligus mendorong kreativitas masyarakat untuk menghasilkan produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab di Desa Mulyosari, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang bersih, kreatif, dan berkelanjutan.(Laili)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!