Margasari, 08 Agustus 2025- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung Kota Metro melaksanakan kegiatan sosialisasi bertajuk Stop Bullying di SD Negeri 05 Margototo, Kecamatan Metro Kibang, Lampung Timur. Kegiatan ini diselenggarakan pada Selasa (08/08) dan diikuti oleh siswa-siswi dari kelas 4, 5, dan 6.
Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sejak dini tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan bullying, serta menanamkan nilai-nilai toleransi, empati, dan saling menghargai antar sesama.


Koordinator kelompok KKN, Najam Fushilat, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program kerja mereka yang berfokus pada edukasi sosial dan penguatan karakter di lingkungan pendidikan dasar.
“Kami ingin anak-anak tahu bahwa bullying itu tidak hanya berupa kekerasan fisik, tapi juga bisa dalam bentuk ucapan dan perlakuan yang menyakitkan. Melalui sosialisasi ini, kami harap mereka bisa lebih sadar dan berani berkata tidak pada bullying,” ujarnya.
Kegiatan ini disampaikan dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh siswa. Mahasiswa KKN memanfaatkan media visual seperti video edukatif, serta sangat interaktif untuk menjelaskan jenis-jenis bullying, dampaknya, serta bagaimana cara mencegah dan menghadapinya.
Siswa terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Mereka aktif menjawab pertanyaan, berbagi pengalaman, dan bahkan membuat jargon bersama bertema “Stop Bullying”.
Kepala Sekolah SD Negeri 05 Margototo,Bapak Sujadmono, memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini dan berharap kerja sama seperti ini bisa terus berlanjut.
Kami sangat mendukung kegiatan positif seperti ini. Anak-anak perlu dibimbing agar lebih peduli terhadap lingkungan sosialnya, dan tentunya menjauhi perilaku yang bisa menyakiti teman-temannya,” katanya.
Mahasiswa KKN UIN Jurai Siwo Lampung berharap kegiatan ini bisa menjadi awal dari perubahan positif di lingkungan sekolah, serta menjadi bekal bagi siswa dalam membangun budaya anti-bullying sejak dini.
[Writer: Oktavia Anggraeni]