Metro – Indonesia sebagai negara dengan kekayaan budaya yang luar biasa, memiliki beragam Warisan Tradisional yang mencakup seni, tarian, kuliner, dan tentu saja, musik.
Salah satu permata tersembunyi dari warisan musik tradisional Indonesia adalah angklung. Angklung merupakan alat musik bambu yang unik dan menarik, memiliki peran penting dalam mewujudkan identitas budaya Indonesia.
Angklung berasal dari daerah Jawa Barat, Indonesia. Sebagai instrumen yang mengandalkan bambu sebagai bahan utamanya, angklung memiliki hubungan erat dengan alam, Keunikan angklung tidak hanya terletak pada suaranya yang khas, tetapi juga pada cara bermainnya yang melibatkan banyak orang.

Setiap tabung bambu pada angklung menghasilkan satu nada tertentu, dan ketika berbagai ukuran angklung dimainkan bersama, maka terciptalah harmoni yang indah.
Karena itulah, angklung sering dimainkan dalam kelompok besar, yang memerlukan kerja sama dan koordinasi yang baik antara para pemainnya.
Untuk melestarikan dan mengembangkan kesenian angklung, sekelompok ibu-ibu kreatif dan energik yang mempunyai hobi di bidang musik tradisional membentuk sebuah grup angklung. Grup bernama Angklung Genta Bahana Lestari terbentuk dari ibu-ibu pensiunan yang ingin menghibur dan masih ingin berbuat diusia yang tidak muda lagi, dengan Moto “PWRI Metro Timur Bersatu” itu digawangi oleh ketua Shanti Ratna Komala, sekretaris Kantiatun, Bendahara Esmiyati Sundari dan sebagai penasehat Maman Suratman, pembina Ketua PWRI Kota Metro Drs Ridwan Sori Maoen.


Pembentukan Grup Angklung Genta Bahana Lestari ini sekaligus ditandai dengan penampilan perdana mereka di acara pernikahan. Penampilan perdana itu menampilkan 35 personel yang merupakan para founder dari grup angklung ini.
“Pembentukan grup angklung ini memiliki visi melestarikan budaya dan kesenian traditional Indonesia, terutama musik berbahan dasar bambu yang dikenal dengan angklung ini,” kata Santi Ratna Komala
“Ke depan, kami akan terus mengembangkan grup musik angklung Genta Bahana Lestari kepada masyarakat ini melalui event-event, dan kegiatan sosial. Kami juga akan meningkatkan hubungan kerja sama dengan organisasi-organisasi lain, termasuk tampil di pertunjukkan kesenian,” papar Santi Ratna Komala
Di tengah arus globalisasi dan modernisasi, angklung memainkan peran penting dalam mempertahankan identitas budaya Indonesia. Dengan menjaga keberlanjutan budaya ini, kita tidak hanya merawat warisan nenek moyang, tetapi juga memberikan peluang kepada generasi mendatang untuk merasakan dan menghargai warisan luhur tersebut.(EEF)