Bambang Sesepuh Kampung Tias Bangun, Ajak Masyarakat Lestarikan Seni Budaya Wayang Kulit

Bambang Sesepuh Kampung Tias Bangun, Ajak Masyarakat Lestarikan Seni Budaya Wayang Kulit

Pubian – Seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi saat ini, jumlah peminat seni budaya wayang kulit di Kampung Tias bangun kecamatan Pubian kabupaten Lampung tengah.

Semakin sedikit bahkan nyaris tidak di lirik bahkan ditimpah budaya luar, salah satu pengkajian seni budaya salah seorang dari Sesepuh kampung Tias bangun Bambang. Kepada awak media Sabtu (24/6/2023) dirumahnya dengan kepeduliannya terhadap seni budaya wayang kulit.

Ia sangat antusias dan ingin melestarikan seni budaya wayang kulit yang sempat pakum, sementara seni budaya ini merupakan kesenian budaya peninggalan leluhur adat Jawa ujar Bambang, atas keperhatinnya atas pakumnya seni wayang kulit ini, ia berharap kepada para anggota agar menghidupkan kembali, terutama kepada pihak terkait untuk peduli di kesenian ini pungkas Bambang.

Di tempat yang sama, ketua wayang kulit sanggar budaya, Aguswito, membenarkarkan bahwa sejak 3 tahun terakhir ini yang namanya kesenian wayang kulit pakum tidak pernah di sentuh oleh pemerintahan Kampung Tias Bangun.

Seharusnya setiap ada momen tertentu seni wayang kulit ini harus di libatkan karna ini merupakan adat Budaya warisan leluhur.

Ia berharap kepada kepala kampung atau kasi kesra kampung agar peduli dan mencari solusi demi berkembang dan hidup kembali, yang namanya seni budaya wayang kulit, tutup Agus Suwito.

Hal senada juga disampaikan oleh tokoh seniman kampung Tias bangun , Mar’ziin ia mengajak para generasi penerus maupun tokoh adat, tokoh masyarakat dan pemuda untuk memahami.

Tentangnya pentingnya pemahaman dibidang SENIMAN, SENI itu adalah indah Dan MAN itu Iman.
Itu lah arti dari pada SENIMAN, Karna indah dan iman ini tidak bisa terpisahkan, ibarat sayur tanpa garam apa ya? Enak kan ngak enak, ujar pria usia 80 tahun ini Lebih lanjut ia mengatakan Jujur saja saya sangat perhatian di zaman ini karna seni budaya khususnya wayang kulit hampir ketinggalan, dikarnakan kurangnya dukungan dari berbagai pihak.

Api lagi memasuki tahun baru Islam atau lasim di sebut bulan Soro, seharus nya mari kita gerakkan sejak dini. Karna menurut Marzi’in hal ini dipandang perlu mengadakan sedekah bumi, untuk menghormati para sesepuh cikal bakal pendiri kampung Tias bangun.

Selain dari pada itu, kita perlu bersedekah bumi, karna apa pun bentuknya keberhasilan kita dari bumi dan pulang nya juga nanti kebumi pungkas ,Marzi’in.

Menyikapi keluhan ketua wayang kulit ini media mencoba menghubungi kepala kampung Tias bangun, melalui pesan whatAppnya.

Namun beberapa kali tidak ada jawaban, sampai berita ini di rilis kepala kampung maupun kaur kesra belum berhasil di temui pungkas Sahroni.(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!