Literasi kebangsaan untuk Sumpah Pemuda

Literasi kebangsaan untuk Sumpah Pemuda

SMAN 1 Raman Utara melaksanakan upacara peringatan sumpah pemuda ke-94. Bertindak sebagai inspektur upacara Kepala Sekolah, Bapak Tutut Zatmiko, M.Pd., mengenakan pakaian khas adat Lampung. Dalam pidatonya kepala SMAN 1 Raman Utara menyampaikan bahwa pemuda Indonesia sebagai ujung tombak perjuangan bangsa, menjadikan keberagaman sebagai kekayaan bangsa yang harus dibanggakan dan dilestarikan demi keutuhan bangsa.

Baca Juga : Upacara Peringatan HSP Ke-94 Tahun 2022, RAS : Pemuda Menjadi Tulang Punggung Kejayaan Bangsa Sepanjang Masa

Pemuda berperan penting dalam kemerdekaan Indonesia, dan pemuda akan tetap berperan penting demi kemajuan bangsa “Bersatu Membangun Bangsa”. upacara peringatan Sumpah Pemuda juga diwarnai dengan teaterikal perjuangan para pemuda dalam mencetuskan sumpah pemuda yang diperankan oleh OSIS SMAN 1 Raman Utara.

Selain upacara, turut digelar lomba fashion show pakaian adat Nusantara. Setiap kelas menampilkan pakaian khas daerah Nusantara, yang dikemas dengan sangat menarik dan kreatif dan memanfaatkan barang bekas. Para siswa-siswi bak peragawan-peragawati berjalan di atas catwalk memamerkan busana etnis yang mereka kenakan. Seluruh guru dan staf pun turut berbusana adat sesuai dengan kesukuan dan asal muasal masing-masing. Hal ini merupakan cerminan keberagaman yang dibalut dalam persatuan.

Rangkaian lomba berikutnya adalah lomba baca puisi, bertepatan dengan peringatan Bulan Bahasa dan Sastra di bulan Oktober. Bulan Bahasa dan Sastra menjadi salah satu bentuk kegiatan memperingati peristiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang menjunjung Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

Lomba baca puisi ini juga diikuti oleh seluruh kelas, dan yang lebih menarik, setiap perwakilan kelas berkolaborasi dengan wali kelas masing-masing..

Seperti yang kita ketahui, Sumpah Pemuda adalah momen bersejarah bagi bangsa Indonesia karena menjadi tonggak dimulainya pergerakan organisasi pemuda. Maka dari itu kita sebagai penerus perjuangan pemuda, momen bersejarah ini harus terus digelorakan, sehingga para penerus bangsa mengetahui makna atas dicetuskannya tanggal 28 Oktober sebagai momen persatuan anak bangsa.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!