Walikota dan Wakil Walikota Lakukan Monitoring dan Evaluasi Dengan Dinkes dan Puskesmas se-Kota Metro

Walikota dan Wakil Walikota Lakukan Monitoring dan Evaluasi Dengan Dinkes dan Puskesmas se-Kota Metro

Walikota Metro Wahdi melakukan monitoring dan evaluasi dengan Dinas Kesehatan Kota Metro dan Puskesmas se-Kota Metro mengenai pencegahan dan pengendalian Covid-19 secara virtual, di Guest House Rumah Dinas Walikota, Senin (27/09/2021).

Walikota Metro menyampaikan bahwa perlunya Dinkes berkreasi dan berimprovisasi bersama Puskesmas sebagai ujung tombak, untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat, sebagai tenaga kesehatan kita harus cepat dan tanggap terhadap akar permasalahan dengan menentukan prioritas, langkah penyelesaian masalah, serta pokok pikiran yang sesuai.

Lanjutnya, perlu diingat kembali bahwa Rumah Sakit Jendral Ahmad Yani merupakan rumah sakit rujukan, yang artinya kedepannya kita pun bisa menyelenggarakan klinik yang bisa berpraktek tidak hanya di jam kerja saja.

“Rumah Sakit Ahmad Yani  masih banyak sekali potensi yang harus dikembangkan, dan saya sampaikan, dimanapun kalian berada saya bersama Wakil Walikota dan jajaran mempertimbangkan semua apa yang disampaikan oleh Direksi, untuk SDM, pembangunan yang ada di Rumah Sakit Ahmad Yani,” ungkapnya.

Wahdi juga menjelaskan kita harus membangun image masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Semakin banyak aplikasi-aplikasi inovasi yang di kembangkan oleh rumah sakit pemerintah yang mengutamakan pelayanan cepat, mudah dan murah. Efisien anggaran, kedisiplinan dan kepastian waktu serta meminimalkan penggunaan kertas merupakan manfaat lain yang didapatkan.

“Perlunya alur pelayanan kesehatan yang semakin dipersingkat dan dimudahkan. Diawali dari pelayanan pasien di loket pendaftaran dengan menerapkan aplikasi android, pelayanan di poliklinik lebih awal dan terdokumentasi dalam sistem komputer, percepatan klaim BPJS dan asuransi lain, serta semuanya telah di lingkage dengan pelayanan penunjang (laboratorium, radiologi dan farmasi). Arus pelayanan pasien semakin cepat serta mengurangi penumpukan pasien karena menunggu jadwal pelayanan,” terangnya.

Wakil Walikota Metro Qomaru Zaman  juga mengingatkan ada beberapa hal yang harus tetap diingat mengenai rumah Sakit Ahmad Yani, diantaranya rumah sakit itu harus bersih bukan hanya lingkungan rumah sakit, melainkan juga kebersihan dari segala aspek. Kemudian pentingnya pelayanan cepat, menjadi ukuran kita karena rumah sakit kita menjadi rumah sakit rujukan, semua harus berjalan sesuai SOP sebab ini yang diharapkan di masa depan nantinya.

“Rumah sakit Ahmad Yani tidak boleh  menyulitkan pelayanan, maupun perawatan kepada pasien. Dan Rumah sakit Ahmad Yani harus menjadi titik perawatan kesehatan bagi warga Kota Metro,” ungkapnya.

Direktur Rumah Sakit Ahmad Yani juga menanggapi pernyataan Walikota dan Wakil Walikota Metro bahwa, Rumah Sakit Ahmad Yani sudah melakukan pelayan yang sangat cepat untuk masyarakat, dan tidak hanya itu pelayanan di Rumah Sakit Ahmad Yani juga sudah menggunakan sistem elektronik.

“Alhamdulillah, pelayanan di Rumah Sakit Ahmad Yani sudah melayani masyarakat sesuai standar SOP, dan tidak hanya itu saja Rumah Sakit Ahmad Yani juga sudah melayani pendaftaran pasien dengan sistem Pelayanan Elektronik,” pungkasnya.

Direktur juga melaporkan bahwasannya pengurangan Pasien Covid-19 di rumah sakit Ahmad Yani benar benar sangat signifikan, dan juga Pemerintah Kota Metro tidak perlu mengkhawatirkan ketersediaan oksigen di Rumah Sakit, sebab ketersediaan oksigen sangat memadai dan mencukupi untuk saat ini. (eef)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!