Mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 63 Edukasi Hemat Air dan Dampak Kemarau

Mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 63 Edukasi Hemat Air dan Dampak Kemarau

Mulyosari – Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (KKL-PPM) Universitas Malahayati Kelompok 63 melaksanakan kegiatan Edukasi Hemat Air dan Dampak Kemarau kepada masyarakat di rumah Ibu Tika selaku tokoh masyarakat RT 02 RW 01, Desa Mulyosari, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, pada Sabtu, 1 Agustus 2026, pukul 09.30 WIB sampai dengan selesai. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja KKL-PPM yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kepedulian masyarakat mengenai pentingnya penggunaan air secara bijaksana serta upaya menjaga ketersediaan sumber daya air pada musim kemarau. Materi yang disampaikan mengacu pada edukasi mengenai pentingnya menghemat air, penyebab berkurangnya ketersediaan air, cara menghemat air di rumah, menjaga sumber air, pentingnya daerah resapan, dampak kekurangan air, serta peran masyarakat dalam menjaga cadangan air tanah.

Kegiatan bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menghemat penggunaan air, terutama pada musim kemarau, melalui penerapan kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti menggunakan air secukupnya, memperbaiki kebocoran, memanfaatkan kembali air bekas yang masih layak digunakan, serta menjaga kebersihan sumber air dan daerah resapan. Dengan kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa ketersediaan air merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga secara berkelanjutan.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh Darwan mengenai pentingnya menghemat air pada musim kemarau. Materi meliputi penyebab berkurangnya ketersediaan air, dampak kekurangan air terhadap kehidupan sehari-hari, serta langkah-langkah sederhana yang dapat diterapkan masyarakat untuk menghemat penggunaan air dan menjaga keberlanjutan sumber air. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab sehingga peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai penerapan perilaku hemat air di lingkungan rumah tangga.

Rival Rino Sudradjad, mahasiswa Fakultas Ekonomi selaku Koordinator Desa KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 63, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, khususnya Ibu Tika selaku tokoh masyarakat RT 02 RW 01 yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan, serta seluruh masyarakat yang telah hadir dan berpartisipasi aktif.

“Melalui kegiatan ini mahasiswa dan masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya menghemat air, memahami dampak musim kemarau terhadap ketersediaan air bersih, serta menerapkan kebiasaan menggunakan air secara bijaksana dalam kehidupan sehari-hari. Semoga edukasi ini dapat memberikan manfaat dan mendorong masyarakat untuk bersama-sama menjaga sumber daya air demi keberlanjutan lingkungan,” ungkapnya.

Rival Rino Sudradjad juga menjelaskan bahwa KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 63 terdiri atas 20 mahasiswa, yaitu Dewi Juliana Rohmah, Angelica Cintami, Dwi Siska, Tri Wahyuni, Luvi Istaghna Thoha, Sutia Otinata, Abelia Permata Ulandari, Sakila El Ghilba, Tika Rahmawati, Rosa Indah Bakti, Rival Rino Sudradjad, M. Robie Hardiyansyah, Serlintan, Siti Maghfiroh, Gita Rahmah Dani, Azizah Jumaty, Doni Sanjaya, Darwan, Amanda Dwitu Zahra, dan Ayu Marlina, yang melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di Desa Mulyosari, Kecamatan Metro Barat.

Sementara itu, Ibu Tika selaku tokoh masyarakat RT 02 RW 01 menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan Edukasi Hemat Air dan Dampak Kemarau yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 63. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menghemat air, menjaga sumber air, serta membangun kesadaran bersama untuk memanfaatkan air secara bijaksana, terutama pada musim kemarau.

Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan, seluruh rangkaian acara berlangsung dengan tertib dan lancar. Masyarakat menunjukkan partisipasi aktif selama penyampaian materi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat mampu menerapkan perilaku hemat air, menjaga kebersihan sumber air dan daerah resapan, serta berperan aktif dalam menjaga ketersediaan cadangan air tanah sehingga kebutuhan air bersih tetap terpenuhi secara berkelanjutan pada musim kemarau.(Tika Rahmawati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!