Pencanangan Vaksinasi Covid-19 Kota Metro

Pencanangan Vaksinasi Covid-19 di Kota Metro, dilakukan hari ini, Senin (25/01/21) yang berlangsung di RSU Jend. Ahmad Yani Kota Metro.

Kepala Dinas Kesehatan Drg. Erla Andrianti mengatakan penyuntikan awal dalam pencanangan vaksinasi di metro ini diberikan kepada tenaga kesehatan terpilih, pada hari berikutnya akan dilakukan penyuntikan serentak di lokasi yang sudah kita siapkan dan sudah terlatih untuk melayani vaksinasi.

“Tahapan yang dilakukan untuk menereima vaksin adalah melakukan pendaftaran terlebih dahulu kemudian di screening berupa tes tensi dll kemudian wawancara terkait penyakit apa dan sebagainya, bila sehat dan layak oleh dokter maka akan di suntik oleh petugas dan diobservasi selama 30 menit apabila tidak ada masalah kita diperkenankan untuk pulang. Program ini sudah dicanangkan oleh pemerintah, bagaimanapun kita juga tetap akan mengikuti program ini, termasuk juga kepada masyarakat saya menghimbau untuk bisa mengikuti kegiatan ini pada tahap selanjutnya,” ujarnya.

Walikota Metro Achmad Pairin menyampaikan, untuk memutuskan mata rantai penularan masalah covid 19, salah satu upaya yang paling bagus adalah dengan dilakukan vaksin covid 19. Jumlah vaksin yang ada di Metro datanya sudah 4600, kedepannya untuk  masyarakat nanti kita akan tunggu bagaimana perkembangan.

Ketua IDI Metro dr. Agung Budi, S.pPD, menjadi orang pertama yang mendapat vaksin covid -19, ia mengatakan mudah-mudahan menjadi motivasi untuk tenaga kesehatan yang lain yang masih ragu menerima vaksin covid-19. Vaksin ini merupakan usaha kita untuk menghindari covid 19, mengurangi penyebaran covid 19, dan teman-teman sejawat merupakan orang-orang yang rentan terkena covid 19, semoga apa yg di upayakan bermanfaat untuk kita, keluarga, dan negara indonesia menjadi lebih baik.

Diketahui untuk mendapatkan vaksin harus dilakukan screening kesehatan, melakukan tensi, dan pengecekan riwayat penyakit yang pernah dialami, bagi yang tidak lolos screening maka tidak mendapatkan vaksin covid 19.

13 Penambahan Kasus Positif Covid-19 di Kota Metro

Metro kembali menambah data kasus positif Covid-19, per tanggal 24 Januari 2021 penambahan pasien positif sebanyak 13 orang. Klaster keluarga menjadi salah satu penyebaran virus corona tersebut.

Diketahui, data ke 13 orang tersebut adalah P458 SS (54) warga Mulyojati Metro Barat, P459 SI (37) warga Tejoagung Metro Timur. Kemudian dari klaster keluarga yakni P460 L (67), P461 T (50), P462 M (41), dan P463 OA (16), yang bersangkutan berempat merupakan warga Alamat Banjarsari Metro Utara, diketahui berempat sekeluarga tanggal 5 s.d 7 Januari berkunjung ke Kalianda, selang beberapa hari didapati saudara yang dikunjungi tersebut terkonfirmasi positif. Kurang lebih satu minggu berempat sekeluarga tersebut mengalami keluhan demam dan batuk. Tanggal 18 Januari dilakukan rapid antigen mandiri dan hasilnya reaktif. Tanggal 20 Januari kemudian dilakukan swab dan tanggal 22 Januari hasil swab dinyatakan positif. Kini yang bersangkutan melakukan isoman dirumah.

Selanjutnya adalah P464 AP (16) warga Banjarsari Metro Utara, P465 NF (40) warga Yosodadi Metro Timur, P466 LS (50) warga Yosodadi Metro Timur, P467 SH (49) warga Hadimulyo Barat Metro Pusat, P468 DB (55) warga Banjarsari Metro Utara, P469 MK S (17) dan P470 MD A (16) warga Iringmulyo Metro timur Kota Metro yang berdua tersebut merupakan anak dari TS (P325) yang positif.Dok : Bappeda Provinsi Lampung

Untuk saat ini kasus terbanyak terjadi pada hari ini, sebanyak 33 orang terkonfirmasi Covid-19 di Kota Metro. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kota Metro Misnan, pada Sabtu (23/01/2021).

35 orang tersebut diantanya:

  1. Pasien 423 ; Ny. S, umur 46 tahun
  2. pasien 424 ; Nn. RHL, umur 16 tahun
  3. Pasien 425 ; Nn. RNS, umur 20 tahun. Ketiganya merupakan warga Kelurahan Metro, Metro Pusat dan merupakan sekeluarga yang mengeluh demam dan batuk.
  4. Pasien 426 ; Ny LE, umur 47 tahun warga Kelurahan Metro, Metro Pusat yang merupakam istri dari Tn. DF (P336), yang positif.
  5. Pasien 427 ; Ny R, umur 33 tahun warga Imopuro Metro Pusat, yang merupakan nakes RSUD Tanggamus.
  6. Pasien 428 ; Ny. NRJ, umur 28 tahun warga Kelurahan Hadimulyo Barat Metro Pusat.
  7. Pasien 429 ; Tn. RA, umur 47 tahun warga Hadimulyo Barat, Metro Pusat, yang merupakan ayah dari Pasien An. R (P320) yang Positif.
  8. Pasien 430 ; Ny VH, umur 36 tahun, alamat Yosomulyo, Metro Pusat, yang merupakan Nakes Rumah Sakit Metro, juga merupakan istri dari Tn. CS (P419), yang positif.
  9. Pasien 431 ; An. M AF (L) umur 11 tahun warga Tejoagung, Metro Timur, merupakan anak dari Ny. SM (P418).
  10. pasien 432 ; Tn. DSB umur 32 tahun
  11. Pasien 433 ; Ny. NP umur 27 tahun
  12. Pasien 434 ; An. MRB (L) umur 7 bulan warga Iringmulyo, Metro Timur.
    Dimana bertiga sekeluarga ayah, ibu dan anak. Dengan kronologi ayah bekerja di sebuah bank di Punggur Lampung Tengah yang mengeluh hilang penciuman dan sesak. Disusul anak demam, batuk, pilek dan diare. Saat ini ibu dan anak dirawat di Rumah Sakit.
  13. Pasien 435 ; Tn. S umur 48 tahun warga Iringmulyo Metro Timur yang merupakan suami dari Ny. J (P387) yang juga positif.
  14. Pasien 436 ; Ny. H umur 50 tahun warga Iringmulyo, Metro Timur Kota Metro.
  15. Pasien 437 ; Tn. S umur 55 tahun warga Rejomulyo Metro selatan Kota Metro yang merupakam suami dari Ny. SR (P283).
  16. Pasien 438 ; Tn. BN umur 38 tahun warga Rejomulyo Metro Selatan yang merupakan suami dari Ny. S (P318).
  17. Pasien 439 ; Ny. SY umur 41 tahun warga Margorejo Metro Selatan, merupakam istri dari BY (P390) .
  18. Pasien 440 ; Tn. SW umur 60 tahun warga Imopuro Metro Pusat, yang merupakan tenaga medis di Rumah Sakit.
  19. Pasien 441 Ny. SS umur 79 tahun warga Hadimulyo Barat, Metro Pusat.
  20. Pasien 442 ; Ny. IR unur 40 tahun warga Purwosari, Metro Utara.
  21. Pasien 443; Ny. EG umur 39 tahun warga Banjarsari Metro Utara.
  22. Pasien 444 ; Ny U umur 52 tahun warga Metro, Metro Pusat.
  23. Pasien 445 ; Ny. DS umur 36 tahun warga Ganjar Asri Metro Barat Kota Metro yang juga merupakan adik Tn HT (P370) alm.
  24. Pasein 446 ; Tn. M S umur 62 tahun warga Mulyojati Metro Barat.
  25. Pasien 447 ; Tn. A DA umur 26 tahun warga Yosodadi Metro Timur.
  26. Pasien 448 ; Ny. FHP umur 21 tahun warga Sumber Sari, Metro Selatan yang juga nakes RS.
  27. Pasien 449 ; Ny. S umur 51 tahun warga Hadimulyo Timur, Metro Pusat dengan keluhan batuk dan sakit pinggang.
  28. Pasien 450 ; Tn F umur 39 tahun warga Yosomulyo, Metro Pusat.
  29. Pasien 451 ; Tn. RIC umur 34 tahun warga Hadimulyo Barat, Metro Pusat.
  30. Pasien 452 ; Tn. N umur 56 tahun warga Iringmulyo Metro Timur.
  31. Pasien 453 ; Ny. ZD umur 30 tahun, Pasien 454 : Nn. DPW (p) umur 18 tahun dan Pasien 455 ; Tn. EG umur 60 tahun warga Ganjar Asri Metro Barat. Bertiga saudara tinggal serumah dan kontak erat Ny. N (P305).
  32. Pasiem 456 ; Tn. M DG umur 60 tahun warga Ganjar Asri Metro Barat.
    35.Pasien 457; Tn. DCW umur 49 tahun warga Ganjar Asri Metro Barat.

“Dari data pasien di atas terdapat balita usia 7 bulan dan lansia umur 79 tahun yang terkonfirmasi Covid-19. Dari semua pasien yang tardata banyak yang gejala awal mengeluhkan demam, batuk, flu dan hilangnya rasa penciuman. Saya tekankan kembali untuk tetap waspada,” ungkap Misnan.

Kasus Konfirmasi Positif Covid-19 per Tanggal 22 Januari 2021 bertambah 6 Orang, kini total Kasus Konfirmasi mencapai angka 422 kasus.

Ke enam pasien positif tersebut adalah P417 D (25) warga Iringmulyo Metro Timur, P418 SM (37) warga Tejoagung Metro Timur, P419 CS (38) warga Yosomulyo Metro Pusat yang merupakan salah satu guru di Metro, P420 DS (36) warga Metro Metro Pusat yang merupakan salah satu ASN di Kota Metro.Dok : Bappeda Prov Lampung

Selanjutnya adalah P421 RA (30) yang merupakan warga binaan LP Kota Metro, yang bersangkutan menjalani rapid pada tanggal 7 Januari dengan hasil reaktif, yang kemudian dilakukan swab tanggal 14 Januari, RA dinyatakan positif Covid setelah hasil swab menunjukkan hasil positif pada tanggal 20 Januari, yang bersangkutan kini menjalani isolasi mandiri di LP. Dan selanjutnya adalah P422 NE (56) warga Yosodadi Metro Timur Kota Metro.

Pemerintah Kota Metro melalui Satgas Covid-19 melakukan giat Operasi Yustisi penegakan Peraturan Walikota (Perwali) No. 39 tahun 2020 Kota Metro, Jumat (22/01/2021).

Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Metro Imron mengatakan, giat Tim terpadu Operasi Yustisi kali ini berlangsung sejak pukul 09.00 sampai dengan 11.30 WIB. Yang terdiri dari anggota Polri, Anggota TNI, Anggota Pol PP, Anggota Dishub, Anggota Dinkes dan para Anggota dari kecamatan dan kelurahan.

“Dimana Operasi Yustisi dilaksanakan di area Jl. Semeru Iringmulyo, Jl. Raya Stadion Tejo Agung, Sumbersari Bantul, Margorejo Metro Selatan dan Jl. Ade Irmasuryani,” ujar Imron.

Lanjutnya, Imron juga memaparkan mengenai pelanggar dari yang tidak memakai masker dan berkerumun sebanyak 25 orang.

“Mengenai tindakan hukuman untuk 25 orang pelanggar yaitu, mengucapkan Pancasila, menyanyikan lagu Indonesia Raya, menandatangani perjanjian. Hal ini telah tertuang dalam Instruksi Walikota No. 1 tahun 2021 tentang pembatasan kegiatan dalam rangka penyebaran kasus Covid-19,” papar Imron.

Di akhir penyampaian Imron, juga mengatakan bahwa selama giat Yustisi berlangsung kondusif tanpa ada yang protes atau melawan aparat.

Pasien 412 Ny. M, 68tahun, dengan alamat di Mulyosari Metro Barat Kota Metro. Kronologisnya istri dari Tn. A (P395) Positif dan saat ini sedang isoman dirumah.

Pasien 413 Ny. S,  57 tahun beralamatkan di, Banjarsari Metro Utara Kota Metro. Kronologis pada 5 Januari akan melakukan kontrol kemoterapi, dan dirapid dengan hasil reaktif. Lalu pada 12 Januari melakukan rapid ulang dan masih reaktif, sehingga pada tanggal 14 diswab hasil dinyatakan positif pada 18 Januari. Pasien saat ini melakukan isoman dirumah.

Pasien 414 an. MDA, 2th, beralamat di Metro Pusat Kota Metro. Dengan kronologis MDA merupakan anak dari pasien Positif Tn. FR (P272).  Sehingga dilakukan swab pada 14 Januari dan keluar hasilnya pada tanggal 18 Januari dengan hasil positif dan saat ini sedang isoman dirumah. 

Pasien 415 Tn. AS, 33 tahun, beralamatkan di Tejoagung Metro Timur. Adapun pasien merupakan warga binaan LP Iringmulyo Kota Metro, yang pada 7 Januari melakukan rapid dengan hasil positif dan melakukan swab pada tanggal 14 Januari, pada 18 Januari  hasil menunjukkan positif. Dan saat ini melakukan isoman. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!