Pemerintah Kota Metro mengadakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tahun 2023, yang kali ini di Aula Kecamatan Metro Timur, Kamis (17/02/2023).



Dengan tema Peningkatan Produktivitas Ekonomi dan Kualitas Sumber Daya Manusia untuk Pembangunan Berkelanjutan, acara Musrenbang Kecamatan dihadiri Walikota Metro, Wakil Walikota Metro Anggota Dewan Metro Timur, Kepala BAPPEDA, Asisten II, Asisten III, Staf Ahli I, para Kepala OPD, Camat Metro Timur, dan seluruh Lurah di Kecamatan Metro Timur.

Ferry Handono selaku Camat Metro Timur menyampaikan, dengan luas wilayah 11,78 km 5 kelurahan 57 RW dan 180 RT dengan Jumlah Penduduk 40.112 jiwa Laki-Laki 20.048 dan Perempuan 20.064 dan Kepala Keluarga 12.395.
Permasalahan antara lain : 1. Adanya perubahan ketetapan PBB 2. Objek Pajak yang tidak diketahui pemiliki 3. Pendapatan SPPT Perubahan di bulan Agustus 2020 4. Adanya masyarakat mengajukan keberatan 5. Perlu adanya reward untuk kolektor PBB
Selanjutnya, peningkatan UMKM itu sangat pengaruh sekali perputaran ekonomi di Kota Metro, terutama Metro Timur. Kita perlu ekonomi kreatif akan kita kuatkan. Lalu Pertanian, baik di Kota maupun Pertanian Desa, Kita peningkatan SDM kita dibantu banyak komunitas-komunitas. Juga Lembaga Kemasyarakatan perlu ditingkatkan dan dikuatkan.

Dia menilai jika melihat perbedaan dinamika Dirinya ingin mengajak Masyarakat Metro Timur ini untuk bermusyawarah guna mengedepankan kepentingan Masyarakat luas. Sebab jika di lihat realisasi PBB Metro Timur memiliki nilai tertinggi yaitu sebesar 63,7 untuk Metro Timur.
“Saya bangga sekaligus berikan apresiasi kepada Masyarakat Metro Timur, sebab hingga saat ini telah memperoleh sebesar 73,8 persen” aku Wahdi.
Sementara Metro Pusat terendah perolehan PBB P2 hanya 34,8%. Pendapatan ini tentu menjadi pertanyaan, menurut Wahdi, bagaimana bisa membangun kota ini, jika Warganya lambat dalam menunaikan kewajiban sebagai Warga kota Metro, tentu hal ini akan menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah.
“Sementara Saya prihatin dengan peroleh pajak bumi dan bangunan terendah ada di Metro Pusat, yaitu senilai 34,8 persen” tegasnya.
Termasuk kenaikan nilai jual objek pajak yang sejak 2019 lalu tidak pernah naik, barangkali hal ini menjadi pemikiran Pemerintah. Tahun 2020, Metro dilanda covid 19, yang secara global menyerang seluruh Masyarakat dunia, termasuk di kota Metro. Padahal Metro merupakan tulang punggung Pemerintah Propinsi Lampung sebagai kota penyangga.
Terakhir dalam sambutan Walikota Metro, berpesan kepada peserta Musrenbang untuk terus berkolaborasi antara Camat, Lurah dan masyarakat Metro Timur
“Harus terus di pantau dan di awasi perkembangan pembangunan, demi kesejateraan serta Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Metro Timur dan Kota Metro,” pungkasnya. (EEF)
