Tanggal 31 Oktober 2022 di Lapangan Sapta Marga, Lembah Tidar Akademi Militer Magelang, ribuan keluarga Taruna Akademi TNI dan Polri dari seluruh Indonesia menyaksikan prosesi wisuda prajurit taruna dan bhayangkara taruna 2022.
Upacara dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Salah satu wisudawan prajurit taruna TNI adalah Akhmad Reza Akbar.


Perjalanan Reza untuk menjadi prajurit taruna TNI dimulai di Solo, yaitu tepat hari jadi Akademi Angkatan Udara Ke-57, tanggal 26 juli 2022, suasana cemas, haru dan bahagia bercampur mengiringi pengumuman Taruna AAU (karbol) Di Lanud Adi Sumarmo, Solo. Ratusan orang tua dari berbagai daerah di Indonesia turut hadir menantikan saat-saat yang menentukan bagi masa depan putra putrinya sebagai bagian dari calon pemimpin Matra TNI AU dimasa depan, hal ini wajar mengingat para calon taruna sudah melalui masa karantina Pantukhir pusat Taruna AU selama 25 hari tanpa boleh keluar atau bahkan menghubungi keluarga.
Rangkaian test Kesehatan, jasmani/kesamaptaan, psikotes, mental ideologi, wawasan kebangsaan mereka lalui, dan akhirnya hari menentukan itu tiba, Nama Akhmad Reza Akbar terpanggil sebagai salah satu dari 149 calon taruna terbaik yang lulus dari hasil seleksi 305 catar dari seluruh penjuru Indonesia dari berbagai pangkalan udara yang mengikuti Pantukhir, untuk mengikuti pendidikan dikawah candradimuka Magelang.
Kisah perjuangan mengejar cita-cita sebagai taruna TNI AU tahun ajaran 2022 ini bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi siapapun anak muda yang punya cita cita.
Akhmad Reza Akbar berasal dari keluarga sederhana, Ayahnya seorang guru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala SMAN 1 Raman Utara, ibunya seorang dokter hewan. Setelah menyelesaikan pendidikan sekolah dasar di SD Muhammadiyah Metro Pusat, Reza melanjutkan ke SMPN 1 Metro, salah satu sekolah menengah terbaik di kota Metro. Berbagai kegiatan dan prestasi akademik berhasil diraihnya, diantaranya juara OSN kota, LCT, karate dan tergabung di tim olimpiade di sekolahnya.
Cita citanya dari kecil untuk menjadi penerbang pesawat tempur TNI AU, membuat putra dari pasangan Tutut Zatmiko dan Yusviannora untuk memilih melanjutkan sekolah menengah atas di SMAT KRIDA NUSANTARA di Lembah Manglayang Bandung. Sekolah boarding yang memang sudah terkenal mencetak para calon Taruna TNI, melalui panda khusus Krida Nusantara. Disekolah ini berbagai kegiatan akademik dan ekstrakurikuler diikutinya, sebagai finalis olimpiade biologi internasional, peraih medali emas biologi, serta tergabung dalam tim atletik, paskibra dan Pataka SMA .
“Sebagai orang tua saya hanya bisa mendukung dan mendampingi kemauan dan tekad anak saya dalam meraih cita-citanya” ujar Tutut ayah Reza.
Tahap awal perjuangan menjadi calon taruna AAU adalah dengan mengikuti seleksi panda khusus Taruna AU 2022 di SMAT Krida Nusantara, dari 65 peserta hanya diambil 5 terbaik, dan Reza sebagai salah satunya.
Jeda waktu yang lumayan lama dari pengumuman pansus dibulan Februari ke Pantukhir diawal Juli tentu menjadi tantangan tersendiri, rasa bosan, gabut” serta ajakan teman teman yang melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi, PTN maupun ikatan dinas tentu cukup menggoda. Tetapi Reza tidak bergeming, meski masih dalam masa pandemi, setelah selesai ujian sekolah dia mengisi waktu dengan mengikuti berbagai les dan latihan jasmani, akademik maupun psikotes.
“Setiap Jumat Sabtu Minggu, dia pergi pulang dari Metro ke Jakarta untuk mengikuti berbagai les dan latihan di sana.” Tambah Tutut menceritakan tekad dan usaha Reza untuk meraih cita-citanya.
Waktu Pantukhir pusat akhirnya tiba, tanggal 29 Juni 2022 dari pangkalan Husein Sastranegara, Reza dan 4 catar pansus SMAT Krida Nusantara dilepas menuju pangkalan udara Adi Sumarmo Solo. Disinilah kompetisi dimulai, 305 catar terbaik dari seleksi panitia daerah di Pangkalan udara seluruh Indonesia bersaing menjadi yang terbaik memperebutkan kuota 136 taruna dan 13 taruni yang berhak mengikuti pendidikan di Akademi TNI.
Haru bercampur bahagia ketika menyaksikan anak mereka sebagai bagian dari putra putri terbaik Indonesia yang di wisuda sebagai Prajurit Taruna TNI itulah yang dirasakan orang tua Reza saat ini.
“Pada akhirnya tekad yang kuat, usaha dan doa menjadi kunci atas keberhasilan anak kami” pungkas Evi ibunda Reza. (EEF)

