Dengan Kondisi Seadaanya, Chika Ikuti Kejuaraan Badminton Piala Presiden

Dengan Kondisi Seadaanya, Chika Ikuti Kejuaraan Badminton Piala Presiden

METRO — Dengan kondisi seadanya Chika Kusuma Dita, salah satu atlet badminton asal Kota Metro. Akan berangkat mewakili Provinsi Lampung dalam kejuaraan badmiton piala presiden tahun 2022, yang berlangsung di Gor Nanggala Kopasus, Cijantung Jakarta.

Chika yang merupakan warga perumnas JSP Kelurahan Tejoagung, Kecamatan Metro Timur. Berhasil lolos mengikuti piala presiden, setelah dalam kejuaraan Sirkuit Provinsi PBSI Lampung 2022, meraih juara 1 tunggal putri KU – 14.

Sundari (55) salah satu tetangga atlet berprestasi tersebut menceritakan bahwa
siang tadi dirinya mendapat kabar, kalau chika akan berangkat ke jakarta untuk mengikuti kejuaraan Piala Presiden guna mewakili provinsi lampung.

“Betapa terkejutnya saya, setelah melihat persiapan yang akan dibawa chika ke Jakarta. Dimana kondisi tas raket dan sepatu chika yang sudah tidak layak untuk digunakan,” katanya, sabtu (30/07/2022).

Setelah mengetahui itu, Ia langsung berinisiatif memberitahukan kabar tentang persiapan yang dilakukan chika untuk berangkat ke Jakarta, kepada warga sekitar. Hal tersebut dilakukannya karena chika tidak mendapatkan bantuan dari Pemkot Metro.

Alhamdulilah, dengan rasa kepedulian warga, kendala yang dihadapi chika bisa diatasi,” ucapnya.

Dirinya merasa heran, dimana Pemkot Metro tidak memberikan bantuan dan suport sama sekali. Padahal chika berangkat bertanding bukan atas nama pribadi. Melainkan membawa nama harum provinsi lampung dan Kota Metro tentunya.

“Saya bingung, kok ada atlet berprestasi yang berasal dari Kota Metro. Tapi Pemkot Metro tidak memiliki rasa kepedulian,” ungkapnya.

Sementara itu ditempat terpisah anggota DPRD Kota Metro dari Fraksi Demokrat Amrulloh menyayangkan sikap yang diambil Pemkot Metro melalui Disporapar yang membidangi hal tersebut.

“Saya rasa Disporapar sangat lambat bekerja. Jangankan mau membina atlet yang berprestasi, memberikan suport dan dukungan kepada atlet yang bertanding saja terkesan cuek,” cetusnya.

Dirinya juga mempertanyakan kinerja dari seorang kepala Disporapar. Dimana bidang yang dibawahinya selama ini, seperti olahraga maupun pariwisata tidak ada yang bisa membuat bangga warga Metro.

“Untuk itu saya meminta Kepala daerah selaku Pejabat Pembina Kepegawaian. Agar segera melakukan evaluasi yang mendalam, jangan didiamkan saja oleh Walikota,” tegasnya.

Dia juga berharap agar Pemkot Metro bisa mencontoh daerah lain yang maju dalam bidang olahraga maupun pariwisatanya. Sehingga Kota Metro benar – benar bisa maju dan dikenal masyarakat luar.

“Atlet itu harus dibina dan diperhatikan kebutuhannya, sehingga atlet tersebut setelah berprestasi tidak diambil daerah lain. Karena ketidakpedulian dari Pemkot Metro,” tuturnya. (RLS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!