Penyandang Disabilitas Menampilkan Seni Budaya Di Gedung Sessat Agung Kota Metro

Penyandang Disabilitas Menampilkan Seni Budaya Di Gedung Sessat Agung Kota Metro

Seni bisa dimiliki siapa pun: tua muda, kaya miskin, penyandang disabilitas sekali pun. Kualitas penyandang disabilitas di Indonesia, tak bisa diremehkan ini dibuktikan dengan penampilan seni dan budaya di Gedung Sessat Agung Bumi Sai Wawai Kota Metro, kegiatan tersebut bertujuan untuk pengembangan seni budaya, literasi dan keterampilan bagi para penyandang disabilitas sebagai inspirasi dan motivasi dalam berkarya guna mencapai kesetaraan.

Baca Juga : Wakil Kajati Lampung Pimpin Rakor Mengenai Penyelesaian Permasalahan Hukum Secara Preventif Di Kota Metro

Baca Juga : Lomba Tari Junjungan Buat Puun Meriahkan Hari Jadi Kota Metro ke -85

Dalam festival yang juga dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kota Metro Hj. dr. Silfia Naharani,Sp.KKLp,MM Wakil Ketua DRPD kota Metro Ahmad Khuseini,M.Pd.I, Ancilla Hernani,S.E,S.Psi,M.Pd dan  Ketua GOW Kota Metro, Ketua DWP Kota Metro. Mereka yang berkebutuhan khusus tersebut dengan dibekali talenta seninya masing-masing ada yang membawakan tari, membaca Al-Quran, dan menyanyi lagu pop dan masih banyak lagi.

Disabilitas ingin menunjukkan bahwa mereka bisa, bukan hanya atlet disabilitas saja. Intinya ingin menunjukkan bagaimana ajang itu menjadi kampanye terhadap keadilan penyandang disabilitas dan dengan harapan kepada pemerintah dan wakil rakyat bisa memberikan perhatian. Acara dimeriahkan dengan menghadirkan penampilan Kreativitas Anak Disabilitas yaitu, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, LKS Tri Bakti, Hafizd Qur’an dari SLB Insan Madani, Tari Bedana SLB Harapan Ibu, Puisi dari SLB Negeri Metro dan Insan Madani, Drum dari SLB Insan Madani, Tari Modern dari SLB Wiyata Darma, Menyanyi dari SLB Negeri Metro dan Harapan Ibu, Fashion Show dari SLB Negeri Metro, dan Band Pertinu Kota Metro.

Melalui acara tersebut, pihaknya juga ingin mengedukasi masyarakat bahwa penyandang disabilitas itu tidak boleh dipinggirkan atau dikucilkan, namun mereka harus tetap diberikan ruang untuk berkreasi maupun diberikan kesempatan bekerja.(EEF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!