Bupati H. Raden Adipati Surya, S.H.,M.M menghadiri Kunjungan Kerja Menteri Dalam Negeri RI, Jenderal Polisi (Purn) H.M. Tito Karnavian dalam Rangka Monitoring, Evaluasi Program, dan Kegiatan Strategis di Provinsi Lampung, di Mahan Agung, Rabu (05/01/2022) malam yang dihadiri oleh Gubernur Lampung, Ir. Arinal Djunaidi, Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim, Sekretaris Daerah Provinsi, Fahrizal Darminto, serta para Bupati/Walikota se-Provinsi Lampung.
Baca Juga : Bupati Nanang Ermanto Buka Muscab ke – XIV Kwarcab Gerakan Pramuka Lampung Selatan
Baca Juga : Walikota Metro Membuka Kegiatan Evaluasi KLA Tahun 2021 dan Persiapan Penilaian Mandiri KLA Tahun 2022
Dari informasi yang dihimpun admin www.waykanankab.go.id dari laman resmi Pemprov Lampung, pada acara tersebut, Mendagri Tito Karnavian mengapresiasi kinerja Gubernur Lampung dalam membangun hubungan dengan Kepala Daerah se-Provinsi Lampung dalam hal penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi. Dimana terkait dengan penanganan Pandemi Covid-19, melalui indikator-indikator yang ada disampaikan kondisi Lampung baik menurut data per 4 Januari 2022, kasus terkonfirmasi positif 0%, artinya dari sekian banyak tes yang dilakukan, tidak ada yang positif, dan dinilai sangat bagus.
Mendagri menilai, kondisi tersebut karena kerjasama yang baik dari semua pihak. Tingkat vaksinasi dosis 1 di Lampung juga sudah baik, mencapai angka 77,36%, tetapi harus terus dilakukan dan disosialisasikan jangan berhenti untuk terus melaksanakan vaksinasi terutama untuk para lansia. Mendagri juga menyampaikan bahwa akan membentuk Tim untuk mempelajari kiat Pemerintah Provinsi Lampung karena mampu mencapai pendapatan daerah yang tinggi pada 2021 sebesar 99 persen. Dimana tim tersebut untuk membantunya memberikan masukan kepada Provinsi lain yang capaian pendapatannya masih rendah. Karena menurut Mendagri, banyak daerah yang pendapatannya masihh berada pada angka 75 persen, 70 persen, bahkan 60 persen. Padahal capaian realisasi pendapatan ini akan mempengaruhi jumlah Anggaran Belanja Daerah.
Tak hanya capaian realisasi pendapatan daerah yang dinilai baik, Lampung juga mampu merealisasikan belanjanya secara maksimal dengan capaian 94,01 persen. Angka tersebut membuat Lampung bertengger di urutan kedua Provinsi yang belanjanya tinggi setelah Jawa Barat. Hal tersebut menandakan uang yang beredar di masyarakat melalui beragam program berjalan baik. Capaian itu juga akan dipelajari oleh Mendagri. Dilain sisi, dibawah Gubernur Lampung, Lampung banyak terobosan kreatif dalam Bidang Pertanian yang merupakan salah satu unggulan daerah tersebut. Mendagri juga menilai laju pembangunan Provinsi Lampung begitu pesat, baik di bidang Sumber Daya Manusia (SDM), infrastruktur, dan sebagainya. Meski begitu, Mendagri mengingatkan agar berbagai program yang disusun tetap mengacu pada visi Presiden Joko Widodo.
Sebelumnya, Gubernur Lampung melaporkan perkembangan pencegahan dan penanganan Covid-19 di Provinsi Lampung, sesuai dengan Instruksi Mendagri Nomor 02 Tahun 2022, yaitu sebanyak 14 Kabupaten/Kota berapa di Level 1 dan 1 (Satu) Kabupaten di Level 2, Pemprov Lampung telah menindaklanjuti dengan menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. Pemerintah Provinsi Lampung dalam melaksanakan visi misi menuju Lampung Berjaya berimplementasi terhadap 4 Pilar Pembangunan yaitu Pilar Ekonomi, Pilar Sosial, Pilar Hukum dan Pemerintahan serta Pilar Lingkungan.
Keberhasilan pembangunan pertanian Lampung, diapresiasi oleh Presiden RI melalui Anugerah Abdi Bhakti Tani Tahun 2021 sebagai penghargaan atas peningkatan tertinggi produksi padi secara Nasional sebesar 22.47%, selain itu Penghargaan gelar Teknologi Tepat Guna Nasional XXII Tahun 2021, juga penghargaan juara III Nasional Kelahiran Ternak Terbanyak pada Program Sapi Kerbau Andalan Negeri (SIKOMANDAN). Selain itu, penurunan persentase penduduk miskin Provinsi Lampung selama 5 (Lima) Tahun menunjukkan tren yang cukup baik. Jika pada Tahun 2016 persentase penduduk miskin Provinsi Lampung sebesar 14.29%, maka pada semester I Tahun 2021 turun menjadi 12,62% (lebih baik dari semester II Tahun 2022 12,76%), atau terjadi penurunan sebesar 1,67% ini lebih baik dari capaian Nasional untuk periode yang sama. Hal ini sejalan denggan kebijakan Nasional untuk menekan kemiskinan di Tanah Air.
Gubernur Lampung juga menyampaikan Perkembangan Situasi Pandemi Covid-19 di Lampung sampai dengan tanggal 5 Januari 2022 sudah dapat dikendalikan dengan Proporsi Kasus Aktif hanya 0,77% dan angka kesembuhan sudah mencapai lebih dari 91,54%. Belum ditemukan kasus terkonfirmasi Varian Omicron. Sementara Upaya percepatan pencapaian Herd Immunity di Tahun 2022, penggunaan Aplikasi Peduli Lindungi pada publik area, perkantoran, Sekolah dan lain-lain, bila ditemukan ada yang belum lengkap dosis vaksinasinya diarahkan ke fasilitas kesehatan atau sentra vaksinasi di tempat (On Site). Melakukkan vaksinasi secara onsite dan mobile. Menjadikan cakupan vaksinasi Covid-19 dosis lengkap (2 dosis) sebagai syarat untuk melakukan Acara keagamaan dan acara sosial, Memberi bantuan sosial dan Syarat administrasi perjalanan, pendidikan/beasiswa, area mall, area publik dan administrasi lainnya. (adi)

