Focus Group Discussion sebagai Strategi Khusus Kalapas Gunung Sugih

Focus Group Discussion sebagai Strategi Khusus Kalapas Gunung Sugih

GUNUNG SUGIH – Focus Group Discussion (FGD) atau yang dikenal juga dengan istilah kelompok diskusi terarah merupakan metode pengumpulan data dalam penelitian sosial. FGD terfokus pada diskusi suatu group untuk membahas suatu masalah tertentu, dalam suasana informal dan santai. Metode inilah yang digunakan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Gunung Sugih, Denial Arif sebagai pendekatan kepada warga binaan. Tujuannya agar mendapatkan pengumpulan data dan informasi yang sistematis mengenai suatu permasalahan yang dihadapi mereka secara spesifik.

Baca Juga : RAS Sampaikan Pidato Pada Paripurna Pengesahan Rancangan APBD Way Kanan TA 2022

Baca Juga : Peringatan Hari Guru Nasional di SMKN 2 Terbanggi Besar Poncowati

Baca Juga : Walikota Metro Tandatangani Komitmen Bersama Gerakan Peduli Kanker Serviks dan Payudara

Kali ini yang diajak diskusi terarah oleh Kalapas yakni seluruh kepala kamar pada hari Kamis (25/11) di Aula Dr.Sahardjo,S.H. Lapas Gunung Sugih. Penunjukkan kepala kamar yang ikut serta dalam diskusi ini diyakini akan berpengaruh besar, karena mereka merupakan role model bagi anggota kamar lainnya. Aspirasi dari kepala kamar dapat digunakan sebagai gambaran permasalahan yang warga binaan lainnya hadapi. Dari diskusi inilah juga dapat terlontar beragam kritik dan saran beserta pemecahan masalahnya.

Baca Juga : Peringatan Hari Guru Nasional 2021, dan Launching Sekolah Digital di GOR Sukung Kotabumi

Setelah dilakukannya diskusi bersama kepala kamar, Kalapas melanjutkan perbincangan dengan 2 narapidana terorisme asal Rumah Tahanan Negara Kelas I Depok yang baru dikirimkan ke Lapas Gunung Sugih minggu lalu. Pendekatan kemanusiaan seperti ini yang beliau dinilai perlu, karena relatif sulit untuk melunakkan hati para narapidana khusus. Ditemui Tim Humas Denial Arif mengatakan “Ini merupakan intervensi sosial dengan pengadaan kelompok diskusi kecil. Pendekatan yang kami lakukan agar mereka tidak sungkan bercerita mengenai permasalahan hingga pengumpulan berbagai informas. (Hms/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!