Pelantikan 34 Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemerintah Kota Metro

Pelantikan 34 Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemerintah Kota Metro

Metro – Pemerintah Kota Metro melakukan penyegaran organisasi dengan melantik dan mengambil sumpah 34 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam Jabatan Administrator dan Pengawas di lingkungan Pemerintah Kota Metro. Pelantikan berlangsung di Aula Pemerintah Kota Metro, Senin (28/9/2026).

Pelantikan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari dinamika organisasi pemerintahan, tetapi juga momentum untuk memperkuat tata kelola birokrasi, meningkatkan kapasitas aparatur, serta memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan semakin efektif, profesional, transparan, dan akuntabel.

Wali Kota Metro yang diwakili Sekretaris Daerah Kota Metro, Ahmad Hariyanto, menegaskan bahwa amanah jabatan harus diikuti dengan peningkatan kinerja dan komitmen menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas.

“Pelantikan pada pagi hari ini tentunya bukan sekadar seremoni pengisian jabatan. Tetapi juga merupakan bagian dari upaya kita untuk membangun tata pemerintahan yang baik, yang berorientasi pada pelayanan publik secara profesional, transparan, dan akuntabel,” ujar Ahmad.

Menurutnya, tantangan penyelenggaraan pemerintahan saat ini semakin kompleks. Masyarakat menuntut pelayanan yang cepat, terbuka, responsif, dan akuntabel. Kondisi tersebut menuntut aparatur sipil negara (ASN) untuk mampu beradaptasi dengan perubahan sekaligus memahami kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Karena itu, Ahmad meminta para pejabat dan ASN tidak terjebak pada rutinitas administratif. Aparatur harus mampu melihat persoalan secara strategis, mengambil keputusan secara tepat, membangun kolaborasi, serta melahirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ahmad juga menyoroti keterbatasan kemampuan fiskal daerah yang menjadi salah satu tantangan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Kondisi tersebut, menurutnya, harus dijawab dengan pola kerja yang lebih adaptif dan kreatif.

“Keterbatasan sumber daya tidak boleh membuat birokrasi terjebak pada cara kerja konvensional. Artinya, pola kerja yang kita lakukan tidak boleh lagi berjalan secara biasa. Kita harus berani melakukan lompatan, menghadirkan inovasi, serta membangun cara kerja yang lebih tepat, efektif, dan mampu menjawab tantangan yang ada,” tegasnya.

Ia menilai, perubahan pola kerja diperlukan agar setiap perangkat daerah mampu mengoptimalkan sumber daya yang tersedia. Dengan demikian, keterbatasan anggaran tidak menjadi penghambat dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas.

Selain inovasi, Ahmad menekankan pentingnya integritas dan peningkatan kompetensi ASN secara berkelanjutan. Menurutnya, keterbatasan anggaran untuk pengembangan sumber daya manusia tidak boleh menghentikan budaya belajar di lingkungan birokrasi.

Kemajuan teknologi, kata dia, telah membuka akses pembelajaran yang semakin luas. ASN dapat memanfaatkan berbagai pendidikan dan pelatihan daring maupun pembelajaran mandiri di lingkungan perangkat daerah.

“Sekarang banyak cara dan akses pendidikan yang dapat dimanfaatkan, termasuk melalui pembelajaran secara daring. Bahkan, setiap OPD dapat menyelenggarakan pengembangan kompetensi secara mandiri di lingkungan kerja masing-masing, tanpa harus bergantung sepenuhnya pada ketersediaan anggaran,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pengembangan kompetensi ASN tidak semata-mata dilihat dari jumlah sertifikat pendidikan dan pelatihan yang dimiliki. Lebih dari itu, pengetahuan yang diperoleh harus mampu diterapkan untuk menyelesaikan persoalan nyata di lingkungan kerja.

“Bagaimana kita mampu menggali, mampu mengembangkan potensi yang ada itu bukan hanya sekadar melalui sertifikat-sertifikat pendidikan dan pelatihan. Tapi bagaimana menjawab tantangan sebenarnya yang ada di OPD masing-masing,” ujarnya.

Sebanyak 34 PNS yang dilantik mendapat amanah pada berbagai jabatan administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kota Metro. Jabatan tersebut meliputi kepala bagian, sekretaris perangkat daerah, camat, lurah, kepala bidang, kepala subbagian, sekretaris camat, hingga kepala unit pelaksana teknis daerah.

Daftar Lengkap 34 Pejabat yang Dilantik

1 Joko Aji Nursetiawan, S.STP., MM Kabag Pemerintahan Setda
2 Arief Brilliawan, S.IP., M.I.P. Sekretaris Inspektorat
3 Dinna Nofalina, SE., MM Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
4 Alfajar Nasution, S.Sos., M.Si Sekretaris Badan Kesbangpol
5 Ns. Hendarto, SKM, M.Kes Sekretaris Dinas Kesehatan
6 Risfania, S.STP., M.Si Sekretaris DP3AP2KB
7 Suparyono, S.IP., MM Camat Metro Barat
8 Lisa Prihadini, S.I.Kom, M.M Kabid Statistik Sektoral dan Infrastruktur Digital Diskominfo
9 dr. Wina Maria Madyani, M.A.R.S Wakil Direktur Pelayanan RSUD Ahmad Yani
10 Fitri Novilia, SE., M.S.Ak Kabag Keuangan UPTD RSUD Ahmad Yani
11 Suharmiyati, S.ST, M.M Kabag Tata Usaha dan Humas UPTD RSUD Ahmad Yani
12 Suprihana, SH Kabid Pengendalian dan Evaluasi Pendapatan Daerah Bapenda
13 Chairur Roziqin, ST., MT. Sekretaris DLH
14 Erwin Kurniawan, S.T Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan Bapperida
15 Tantri Rahmawati, S.IP, M.M. Kabid Pemberdayaan Masyarakat Dinsos
16 Heri Hendarto, S.Sos Sekretaris Disporapar
17 Sutoyo, S.Pd Camat Metro Utara
18 Agus Dwi Hartono, S.ST Kabid Penataan dan Penaatan Lingkungan Hidup DLH
19 Yulimah, ST Kabid Pengembangan Kompetensi ASN BKPSDM
20 Suliyani, S.H.I Kabid Perikanan DKPP
21 Isnani Elmasara, SE, M.M Kabid Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bapperida
22 Mhd. Erwan Musaddad, S.Sos., M.Si Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Dishub
23 Joni Ismail, SE Lurah Purwoasri
24 Dwi Sapta Rini, S.IP Lurah Margodadi
25 Rina Nahari, S.Pd, M.M. Lurah Margorejo
26 Anna Melyana, S.Sos Kasubbag Umum dan Kepegawaian Dinas Perkim
27 Ade Suadah, S.A.P. Kasubbag Perencanaan dan Keuangan Bapenda
28 Tri Apriyanti, A.Md Kasubbid Akuntansi II BKAD
29 Anton Hartono, SE, MM Sekretaris Camat Metro Selatan
30 Ahmad Efendi, S.Sos., MM Sekretaris Camat Metro Barat
31 Eko Triono, SKM Kasi Pemerintahan dan Trantib Kecamatan Metro Barat
32 Raden Muhammad Joni Irwan, ST., M.T.A Kepala UPTD TPAS DLH
33 Sri Salasatin, A.Md.Keb Kasi Kesejahteraan Rakyat Kelurahan Purwoasri
34 Eka Mery Wijayati, S.S., M.Si. Kasi Pemerintahan dan Trantib Kecamatan Metro Utara.

Mengakhiri arahannya, Ahmad meminta para pejabat yang baru dilantik menjalankan amanah dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas. Dedikasi, kedisiplinan, integritas, serta komitmen terhadap pelayanan masyarakat, menurutnya, harus menjadi bagian dari budaya kerja setiap ASN.

“Saya berharap setiap pejabat dan ASN menjadi pengembang diri sebagai bagian dari budaya kerja, bukan semata-mata untuk memenuhi tuntutan jabatan, tetapi sebagai panggilan moral untuk terus memberi yang terbaik bagi masyarakat dan daerah yang kita cintai,” pungkasnya. (RLS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!