Mahasiswa KKLPPM Malahayati Kelompok 64 Melaksanakan Kegiatan Pemberdayaan Dasawisma Melalui Pelatihan Membatik

Mahasiswa KKLPPM Malahayati Kelompok 64 Melaksanakan Kegiatan Pemberdayaan Dasawisma Melalui Pelatihan Membatik

Metro – Mengusung tema “Melestarikan Budaya Batik melalui Pemberdayaan Dasawisma”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Dasawisma dalam membuat batik sebagai salah satu upaya melestarikan warisan budaya Indonesia sekaligus membuka peluang usaha berbasis ekonomi kreatif.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi mengenai sejarah batik, jenis-jenis motif batik, serta pentingnya menjaga dan melestarikan budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai potensi batik sebagai produk bernilai ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi usaha rumahan untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

Selain penyampaian materi, mahasiswa mengadakan praktik membatik secara langsung. Peserta diperkenalkan dengan berbagai peralatan dan bahan membatik, seperti kain mori, canting, malam (lilin batik), dan pewarna kain. Mahasiswa mendampingi peserta mulai dari proses membuat pola, mencanting, pewarnaan, hingga tahap akhir sehingga peserta memperoleh pengalaman secara langsung dalam membuat karya batik sederhana.

Kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab mengenai teknik membatik, perawatan hasil batik, serta peluang pemasaran produk. Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh antusias karena sebagian besar peserta baru pertama kali mencoba membatik secara langsung.

Shandy Billy Aditya selaku Ketua Pelaksana Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Pengabdian pada Masyarakat (PPM) Universitas Malahayati Kelompok 64 menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat.

“Kami berharap melalui pelatihan membatik ini, anggota Dasawisma dapat memperoleh keterampilan baru yang tidak hanya bermanfaat untuk melestarikan budaya bangsa, tetapi juga dapat menjadi peluang usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Semoga semangat berkarya dan berwirausaha terus tumbuh di tengah masyarakat,” ujarnya.

Mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 64 yang melaksanakan kegiatan ini terdiri atas 20 mahasiswa, yaitu: Shandy Billy, Muhammad Rizki, Sendi Monica, Ryefaldi, Bram Figo Van Ginting, Laili May Hanifah, Jefyra Adelya Geralda, Faqih Ali Akbar, Windi Ardiko, Mita Julpiana, Devi Diah Puspita, Eliyanti, Nisa Anggun Selfina, Desti Amelia, Hapsari Ramadani, Septa Putri Yanti, Anggun Tri Kartika, Auliya Safitri, Yeni Dwi Puspa, dan Imran Yudhistira.

Sementara itu, salah satu anggota Dasawisma mengapresiasi pelaksanaan pelatihan membatik yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 64. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru serta menambah wawasan mengenai seni membatik yang memiliki nilai budaya dan ekonomi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 64 atas ilmu dan pendampingan yang telah diberikan. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami dapat belajar membatik secara langsung. Semoga keterampilan ini dapat terus dikembangkan dan menjadi bekal untuk menghasilkan produk yang bernilai jual,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 64 berharap anggota Dasawisma semakin termotivasi untuk melestarikan budaya batik sekaligus mengembangkan keterampilan yang produktif. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong tumbuhnya kreativitas, meningkatkan pemberdayaan masyarakat, serta membuka peluang usaha berbasis kerajinan batik di lingkungan Kelurahan Mulyosari Kecamatan Metro Barat Kota Metro.(Laili May Hanifah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!