Metro – Mengusung tema “Cegah Stunting Sejak Dini melalui Inovasi Pangan Bergizi Berbasis Tempe dan Daun Kelor”*, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, serta orang tua balita, mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang sebagai upaya pencegahan stunting. Melalui kegiatan ini, masyarakat juga diperkenalkan dengan inovasi produk pangan bergizi berupa *nugget tempe dan daun kelor* yang mudah dibuat, ekonomis, dan memiliki kandungan gizi yang baik bagi pertumbuhan anak.


Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 64 memberikan penyuluhan mengenai pengertian stunting, penyebab, dampak jangka pendek maupun jangka panjang, serta pentingnya pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Setelah penyampaian materi, mahasiswa mempraktikkan secara langsung proses pembuatan nugget tempe dan daun kelor sebagai alternatif makanan bergizi tinggi yang kaya protein nabati, zat besi, kalsium, vitamin, dan serat untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Selain demonstrasi pembuatan produk, mahasiswa juga mengajak masyarakat berdiskusi mengenai pola makan sehat, pemanfaatan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh, serta pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan pangan dalam proses pengolahan makanan. Masyarakat diberikan kesempatan untuk mencicipi hasil olahan nugget tempe dan daun kelor sekaligus memperoleh resep agar dapat membuatnya secara mandiri di rumah.
Shandy Billy Aditya selaku Ketua Pelaksana KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 64 menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam mendukung upaya pemerintah menurunkan angka stunting melalui edukasi gizi dan pemanfaatan pangan lokal yang bernilai gizi tinggi.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi sejak dini. Inovasi nugget tempe dan daun kelor diharapkan menjadi salah satu alternatif makanan bergizi yang mudah dibuat, terjangkau, dan disukai anak-anak sehingga dapat membantu mencegah stunting serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” ujarnya.
Mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 64 yang melaksanakan kegiatan ini terdiri atas 20 mahasiswa, yaitu: Shandy Billy, Muhammad Rizki, Sendi Monica, Ryefaldi, Bram Figo Van Ginting, Laili May Hanifah, Jefyra Adelya Geralda, Faqih Ali Akbar, Windi Ardiko, Mita Julpiana, Devi Diah Puspita, Eliyanti, Nisa Anggun Selfina, Desti Amelia, Hapsari Ramadani, Septa Putri Yanti, Anggun Tri Kartika, Auliya Safitri, Yeni Dwi Puspa, dan Imran Yudhistira.
Sementara itu, salah satu peserta kegiatan mengapresiasi pelaksanaan edukasi pencegahan stunting yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 64. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan wawasan baru mengenai pentingnya gizi seimbang serta pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai menu sehat bagi anak.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 64 atas edukasi dan demonstrasi pembuatan nugget tempe dan daun kelor yang telah diberikan. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami memperoleh pengetahuan tentang pencegahan stunting sekaligus cara membuat makanan bergizi yang mudah, murah, dan disukai anak-anak. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 64 berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi yang baik sejak dini. Pemanfaatan bahan pangan lokal seperti tempe dan daun kelor diharapkan dapat menjadi solusi sederhana namun bernilai gizi tinggi dalam mendukung terciptanya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (Laili May Hanifah)
