Metro – Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKLPPM) Universitas Malahayati Kelompok 59 melaksanakan program kerja bertajuk “Optimalisasi Pemasaran UMKM Bakoel Kopi melalui Digital Marketing” di Kelurahan Mulyojati RW 02, Kecamatan Metro Barat. Program ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan mendorong kemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penerapan transformasi digital dalam pengelolaan usaha.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 59 bekerja sama dengan UMKM Bakoel Kopi milik Bapak Agus. Kegiatan diawali dengan pendampingan digitalisasi pembukuan keuangan sebagai upaya meningkatkan kualitas pengelolaan administrasi usaha. Mahasiswa memberikan edukasi mengenai tata cara pencatatan transaksi secara digital sehingga laporan keuangan menjadi lebih sistematis, akurat, dan mudah dipantau. Melalui penerapan pembukuan digital, pelaku usaha diharapkan mampu mengelola kondisi keuangan secara lebih efektif serta mendukung pengambilan keputusan usaha.


Selain itu, mahasiswa melaksanakan optimalisasi pemasaran melalui digital marketing dengan memberikan pendampingan mengenai strategi pemasaran digital. Kegiatan tersebut meliputi penyusunan konten promosi, pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran, serta penguatan identitas merek (branding) untuk meningkatkan daya tarik produk. Pendampingan ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan daya saing UMKM Bakoel Kopi di tengah perkembangan ekonomi digital.
Sebagai bentuk dukungan terhadap transformasi digital UMKM, mahasiswa juga memperkenalkan sistem pembayaran digital melalui penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Penerapan metode pembayaran non-tunai ini bertujuan memberikan kemudahan bagi konsumen dalam melakukan transaksi, meningkatkan efisiensi pelayanan, serta mendukung sistem pembayaran yang lebih aman, cepat, dan praktis.
Diorama Bayu Firmansyah selaku Ketua Pelaksana KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 59 menyampaikan bahwa program tersebut merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pemberdayaan UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi. “Melalui kegiatan ini, kami berharap UMKM Bakoel Kopi dapat mengelola usahanya secara lebih profesional melalui digitalisasi pembukuan keuangan, memanfaatkan media digital sebagai sarana pemasaran, serta penerapan sistem pembayaran digital. Dengan demikian, UMKM diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pasar,” ujarnya.
Mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 59 yang melaksanakan kegiatan ini terdiri atas 19 mahasiswa, yaitu: Alif Ibrahim, Ambar Windy Sugandi, Andrean Bangsawan Syaputra, Annisa Vica Aulia, Anthyka Melati Valentina Anggun, Aryadi Alamsyah, Atika Apriyanti, Bellia Nilam Cahya, Diorama Bayu Firmansyah, Fahri Putra Aprilian, Fibriliani Wulan, Intan Ayu Lestari, M. Ilham Alfarid, Najwa Dwi Putri, Nayla Khoirunazili Sasmita, Nefi Zelyani, Ratna Darmayanti, Vindri Liani Saputri, dan Widia Wiguna Putri.
Sementara itu, Bapak Agus selaku pemilik UMKM Bakoel Kopi menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan oleh mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 59. Menurutnya, program tersebut memberikan pengetahuan dan keterampilan baru yang bermanfaat dalam mendukung pengelolaan usaha berbasis digital.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 59 atas pendampingan yang telah diberikan. Program ini memberikan manfaat yang besar bagi usaha kami, khususnya dalam pengelolaan pembukuan keuangan, pemasaran digital, dan penerapan sistem pembayaran digital sehingga usaha dapat berkembang mengikuti kemajuan teknologi,” ungkap Bapak Agus.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati Kelompok 59 berharap UMKM Bakoel Kopi dapat terus berkembang, meningkatkan efektivitas pengelolaan usaha, memperluas jangkauan pemasaran, serta meningkatkan daya saing secara berkelanjutan. Program ini juga diharapkan menjadi contoh penerapan transformasi digital bagi UMKM lainnya di Kelurahan Mulyojati RW 02, Kecamatan Metro Barat.(Annisa Vica Aulia)
